Skip to content

Survey study, 2023

Is there a relationship between physical activity and premenstrual syndrome?

Yes. There is a strong relationship between physical activity and PMS. Women with lighter physical activity were more likely to experience PMS.

Early or limited evidence 39 female students aged 18-27 with regular menstruation at a health science faculty in Surabaya, Indonesia

What they did

Researchers surveyed 39 female health science students aged 18-27 in Surabaya, Indonesia about their levels of physical activity and whether they experienced PMS symptoms.

What they found

Among the 39 students, 23 (59%) experienced PMS and 16 (41%) did not. Most students had light physical activity (56.4%), some had moderate activity (38.5%), and a few had heavy activity (5.1%). There was a strong relationship between activity level and PMS. Students with less physical activity were more likely to have PMS.

What it means for you

Physical activity appears protective against PMS. Women who exercise more may experience fewer PMS symptoms. However, this study was small, limited to one college in Indonesia, and observational, so it cannot prove that exercise prevents PMS.

59%

Students who experienced PMS

56.4%

Students with light physical activity

About the study

Original title
Aktivitas Fisik dengan Kejadian Premenstrual Syndrome pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Authors
Fisqiyatut Thaharah, Wiwik Afridah
Journal
JIK JURNAL ILMU KESEHATAN
Year
2023
Study design
Survey study
What was tested
No intervention - observational study
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual Syndrome merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dikeluhkan oleh wanita usia produktif. Penelitian ini bertujuan meneliti hubungan aktivitas fisik dengan kejadian PMS pada mahasiswi Fakultas Kesehatan UNUSA. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional cross sectional study . Sampel penelitian ini mahasiswi Fakultas Kesehatan UNUSA yang terdiri dari 4 program studi sejumlah 39 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan kriteria mahasiswi aktif Fakultas Kesehatan UNUSA yang berusia 18-27 tahun dan telah mengalami menstruasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji Rank Spearman . Hasil penelitian aktivitas fisik dari 39 responden, memiliki kategori ringan 22 (56,4%), kategori sedang 15 (38,5%), dan kategori berat 2 (5,1%). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan 16 (41,0%) responden tidak mengalami PMS, dan sebanyak 23 (59,0%) responden mengalami PMS. Hasil analisis bivariat diketahui Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,1, artinya ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian PMS. Angka koefisien korelasi 0,938, artinya tingkat kekuatan hubungan aktivitas fisik dengan kejadian PMS sangat kuat. Simpulan pada penelitian ini ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian PMS dengan tingkat hubungan kuat. Diharapkan mahasiswi dapat melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan cara berolahraga, agar meningkatkan kesehatan dan mengurangi dampak dari PMS.

Reproduced under CC-BY.

Topics