Skip to content

Survey study, 2018

What factors are linked to PMS in teenage girls?

Girls who were overweight and girls with stress symptoms showed associations with more severe PMS, though these connections were not statistically clear.

Early or limited evidence 93 teenage girls in Jambi, Indonesia

What they did

Researchers surveyed 93 teenage girls about their age at first period, weight status, stress symptoms, and PMS symptoms.

What they found

71% had no or mild PMS symptoms and 29% had moderate to severe symptoms. Girls who were overweight showed a tendency toward more moderate to severe PMS symptoms. Girls with stress symptoms also showed a tendency toward more moderate to severe PMS symptoms.

What it means for you

Being overweight and having stress might be connected to more severe PMS in teenage girls. The main limit is this study was only at one school in Indonesia and could not prove that these factors cause PMS.

93

girls surveyed

71%

with no or mild PMS symptoms

29%

with moderate to severe PMS symptoms

About the study

Original title
Determinan Yang Berhubungan Dengan Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Remaja Putri Di SMPN 7 Kota Jambi
Authors
Septa Decelita Wahyuni, Asparian, M. Dody Izhar
Journal
Jurnal Kesmas Jambi
Year
2018
Study design
Survey study
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan gejala yang banyak dirasakan oleh remaja selama satu minggu sebelum menstruasi. Apabila tidak diperhatikan akan berdampak menimbulkan masalah dan produktivitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan PMS. Jenis penelitian yaitu rancangan penelitian cros sectional. Penelitian dilakukan di SMPN 7 Kota Jambi. Waktu penelitian dari bulan November 2017- Juni 2018. Populasinya yaitu 628 remaja putri dengan 93 sampel yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner sPAF untuk mengukur gejala PMS. Analisis data menggunaan chi square dan fisher exact test pada = 5%. Hasil: PMS tidak mengalami - ringan yaitu 71% dan gejala sedang hingga berat yaitu 29%. Remaja putri yang mengalami usia menarche prekok sebesar 4,3% , berstatus gizi gemuk sebesar 25,5%, serta memiliki gejala stres sebesar 90,3%. Hasil uji statistik yaitu tidak terdapat hubungan antara usia menarche dengan PMS dengan p-value yaitu 1,000 dengan POR 0,808. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dan PMS dengan p-value yaitu 0,186 namun status gizi gemuk beresiko meningkatkan 2,185 PMS sedang-berat. Tidak terdapat hubungan antara stres dengan PMS pada remaja putri di SMPN 7 Kota Jambi p-value yaitu 0,276, namun stres beresiko meningkatkan 3,586 kali PMS sedang-berat. Kesimpulan: Terdapat kecenderungan gemuk dan stres dapat beresiko terhadap PMS sedang-berat. Diharapkan remaja putri mampu mengetahui siklus menstruasinya, menerapkan pola gizi seimbang dan aktif dalam memanfaatkan sarana UKS.

Reproduced under CC-BY.

Topics