Survey study, 2022
What helps women reduce their PMS symptoms?
Women with more education, better jobs, higher income, and better knowledge of PMS were more likely to take steps to manage their symptoms. Monthly income was the strongest factor.
What they did
Surveyed 242 women aged 14 to 45 about what factors helped them manage and reduce their PMS symptoms.
What they found
Education, employment status, monthly income, knowledge about PMS, and attitude toward it were all connected to managing symptoms. Monthly income was the strongest factor linked to managing symptoms. Age and being married did not affect symptom management.
What it means for you
Having more money and education may help women manage PMS better, possibly because they can afford treatment and reliable information. The study was from one city in Indonesia, so results may not apply in other countries or communities.
242
women surveyed
40%
of reproductive-age women experience PMS
5
factors connected to managing symptoms
About the study
- Original title
- FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR DALAM UPAYA MENGURANGI GEJALA DAN DAMPAK PRE MENSTRUAL SYNDROME DI KECAMATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEUMAWE
- Authors
- Elvieta ., Hafsah Us, Myrna Lestari AB
- Journal
- Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
- Year
- 2022
- Study design
- Survey study
- What was tested
- None tested
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.30602/jkk.v8i1.969
Original abstract
Latar belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) adalah gejala-gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Terdapat sekitar 40% wanita usia produktif berusia 14-50 tahun mengalami PMS. Banyak faktor yang mempengaruhi upaya WUS dalam mengurangi gejala dan dampak PMS. Berdasarkan data kunjungan pasien di Puskesmas Muara Dua, jumlah pasien dengan keluhan PMS mencapai 23–48 kasus perbulan. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi wanita usia subur dalam upaya mengurangi gejala dan dampak Premenstrual Syndrome di kecamatan Muara kota Lhokseumawe. Metode: survey analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur berusia 14–45 tahun di Kecamatan Muara Dua, dengan teknik two stage cluster sampling didapatkan jumlah sampel 242 WUS. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya mengurangi gejala dan dampak premenstrual syndrome adalah pendidikan (p=0,047), pekerjaan (p=0,002) dan penghasilan (p=0,0001), pengetahuan WUS (p=0,0001) dan sikap WUS (p=0,0001). Sedangkan faktor yang tidak ada hubungan bermakna dengan upaya mengurangi gejala dan dan dampak premenstrual syndrome adalah umur (p=0,598) dan status perkawinan (p=0,152). Kesimpulan : Variabel paling dominan berhubungan dengan upaya mengurangi gejala dan dampak pre menstrual syndrome adalah faktor penghasilan perbulan
Reproduced under CC-BY.