Skip to content

Survey study, 2025

Is there a relationship between diet, weight, and PMS?

Yes. There is a significant relationship between diet and PMS, and between weight and PMS. Most of the women studied (61.9%) reported having PMS.

Early or limited evidence 214 female medical students in Indonesia.

What they did

A total of 214 female medical students (from 2022 and 2023 classes) at a university in Indonesia completed a questionnaire about their diet, weight, and PMS symptoms. Researchers analyzed the data to see if diet and body weight were related to PMS.

What they found

Most women (59.1%) reported good diet patterns, but 53% were above normal weight range. About 61.9% of the women experienced PMS. There was a significant relationship between diet and PMS, and also between weight and PMS.

What it means for you

Diet and weight appear to be related to whether women experience PMS. This is relevant to understanding factors that may affect PMS. The main limitations are that this is a cross-sectional study (so we cannot say diet or weight causes PMS), the sample is only medical students in Indonesia, and the study does not explain how diet and weight influence PMS.

214

Women students studied

61.9%

Reported having PMS

53%

Were above normal weight

About the study

Original title
Hubungan Antara Pola Makan Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Sindrom Pre Menstrual Pada Mahasiswi Universitas Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Authors
Preity Shalima Nirlia Putri, Endang Purwaningsih, Karimulloh Karimulloh
Journal
Cerdika Jurnal Ilmiah Indonesia
Year
2025
Study design
Survey study
What was tested
None. This was an observational questionnaire study.
Open access
Yes
Original abstract

Sindrom premenstrual (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan mental yang muncul beberapa hari sebelum menstruasi dan dapat memengaruhi produktivitas serta kesehatan mental wanita. Dua faktor yang memengaruhi prevalensi PMS adalah pola makan dan indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pola makan dan IMT dengan sindrom premenstrual pada mahasiswi angkatan 2022 dan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sampel sebanyak 214 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi yang dibagikan kepada responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji bivariat dengan uji Chi Square, menggunakan perangkat lunak Statistical Program for Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang cukup baik (59,1%), tetapi 53% dari mereka berada pada rentang berat badan di atas normal. Sebagian besar responden (61,9%) mengalami PMS. Analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola makan dan IMT terhadap sindrom premenstrual. Dalam pandangan Islam, terdapat hubungan antara pola makan dan PMS, namun tidak ditemukan hubungan langsung antara IMT dan PMS karena konsep IMT tidak dibahas secara spesifik dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan dan IMT berkontribusi terhadap prevalensi PMS, dengan temuan yang relevan secara statistik dan pandangan agama, sehingga memberikan wawasan baru untuk penelitian dan intervensi lebih lanjut.

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics