Skip to content

Survey study, 2023

Are knowledge and stress related to PMS in final-year university students?

Stress showed a clear relationship with PMS, but knowledge did not in this study. About 9 out of 10 students reported PMS symptoms.

Early or limited evidence 136 final-year health science students at Universitas Aisyah Pringsewu, Indonesia

What they did

Cross-sectional survey of 136 final-year health science students using questionnaires measuring knowledge, stress level, and PMS symptoms.

What they found

Stress showed a clear relationship with PMS symptoms, but knowledge did not. A pre-survey found that 9 out of 10 students reported experiencing PMS symptoms.

What it means for you

Managing stress may help reduce PMS, though learning more about PMS alone didn't reduce symptoms in this study. Results are from one university in Indonesia and may vary elsewhere.

136

Total students studied

9 out of 10

Students with PMS symptoms

2

Factors examined

About the study

Original title
Hubungan Pengetahuan Dan Stres Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Mahasiswi Tingkat Akhir
Authors
Eva Yunitasari, Anggi Kusuma, Rini Palupi
Journal
JURNAL WACANA KESEHATAN
Year
2023
Study design
Survey study
What was tested
None. Observational study examining knowledge and stress.
Open access
Yes
Original abstract

Menurut World Health Organization (WHO), hampir 75% wanita usia subur di seluruh dunia mengalami premenstruasi syndrome (PMS). Hasil prasurvei yang dilakukan pada mahasiswa semester akhir Universitas Aisyah Pringsewu menunjukkan bahwa 9 dari 10 siswa mengalami premenstrual syndrome. Keluhan mereka meliputi rasa tegang pada payudara, nyeri perut, sakit pinggang, dan rasa sensitif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan stres dengan kejadian premenstrual syndrome pada mahasiswi tingkat akhir reguler di fakultas kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitafif, dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 136 mahasiswi Tingkat Akhir Reguler Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dan uji analisis gamma. Hasil penelitian ini diperoleh melalui uji gamma dengan nilai p=0,059, yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan premenstrual syndrome. Hasil analisis data menunjukkan nilai p=0,024 (<0,05), yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres dengan premenstrual syndrome pada mahasiswi tingkat akhir reguler di Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu. Diharapkan mahasiswa dapat mengelola dan mengontrol kondisi stress, baik akademik atau non akademik dengan baik agar dapat meminimalisir risiko terjadinya premenstrual syndrome

Reproduced under CC-BY.

Topics