Skip to content

Survey study, 2020

Does learning about reproductive health reduce PMS anxiety in girls?

Yes. Girls who learned about reproductive health and PMS from school, internet, or health workers were less anxious about PMS than girls without this knowledge.

Early or limited evidence Adolescent girls (specific sample size not stated in abstract)

What they did

Cross-sectional observational study. Researchers surveyed adolescent girls about their reproductive health knowledge and their anxiety or worry related to PMS.

What they found

Of girls without PMS knowledge, 85.7% reported anxiety about PMS. Of girls with PMS knowledge (obtained from school, internet, or health workers), 87.5% were not anxious about it.

What it means for you

Education about reproductive health and PMS may help reduce anxiety in girls. The study is limited because the total sample size is not stated, and the percentages suggest a very small group was studied.

85.7%

anxious without PMS knowledge

87.5%

not anxious with PMS knowledge

About the study

Original title
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Terhadap Kejadian Menghadapi Premenstrual Syndrome
Authors
Heny Puspasari
Journal
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Year
2020
Study design
Survey study
What was tested
None. This measured relationship between knowledge and anxiety.
Open access
Yes
Original abstract

Kesehatan reproduksi pada remaja adalah suatu hal sangat harus diperhatikan oleh setiap individu khususnya remaja itu sendiri. Karena dengan perhatian akan muncul rasa sayang akan masa depan dirinya dan generasinya. Dengan demikian harus adanya pengetahuan akan kesehatan reroduksi remaja guna menghindari. Premenstrual syndrome yaitu suatu kondisi berupa gejala terjadi secara rutin dan berhubungan dengan siklus menstruasi, gejala biasanya muncul 7-10 hari sebelum menstruasi dan menghilang ketika menstruasi dimulai. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan cross sectional adalah suatu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dan efek, dengan cara pendekatan, observasional atau pengumpulan data sekaligus pada saat (point time approach). Adapun hasil yang diperoleh hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja putri terhadap kejadian menghadapi premenstrual syndrome adalah sebanyak 12 (85,7%) responden yang cemas karena tidak mengetahui pengetahuan PMS. Karena kurang tahunya remaja tentang pendidikan kesehatan reproduksi dan kurangnya penyuluhan dari tenaga kesehatan. Sedangkan responden yang mengetahui pengetahuan PMS dan tidak cemas terdapat 14 (87,5%). Mereka mendapatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dari sekolah dan internet serta penyuluhan dari tenaga kesehatan. Kata kunci : Reproduksi, Observasional, Premenstrual Syndrome

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics