Survey study, 2025
Does knowing about PMS help reduce anxiety in teenage girls?
Girls with less knowledge about PMS had more severe anxiety. The study shows a clear link, but does not prove that learning about PMS will reduce anxiety.
What they did
Cross-sectional study with 63 teenage girls who experience PMS. Researchers measured how much the girls knew about PMS and measured their anxiety levels using questionnaires. They used statistical correlation tests to analyze the data.
What they found
Most girls were aged 13 (39.7%, or 25 girls). Most got information about PMS from their surroundings (77.8%, or 49 girls). 60.3% (38 girls) experienced severe anxiety. There was a clear link between lower PMS knowledge and higher anxiety levels.
What it means for you
Girls who knew less about PMS had worse anxiety. This suggests that education about PMS might help reduce anxiety, but the study only measured whether a link exists, not whether teaching girls actually reduces their anxiety. Limited to girls in one dormitory in Indonesia, mostly age 13.
63
girls studied
60.3%
had severe anxiety
77.8%
learned from environment
About the study
- Original title
- Hubungan Pengetahuan tentang Premenstrual Syndrome dengan Kecemasan
- Authors
- Silviatul Amalia, Sri Aningsih, Yulia Retno Safitri
- Journal
- Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
- Year
- 2025
- Study design
- Survey study
- What was tested
- None - observational study
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.55500/jikr.v12i1.265
Original abstract
Premenstrual syndrome lebih sering terjadi pada remaja, yang merupakan kelompok wanita yang subur, 70-90% wanita usia subur mengalami sindrom premenstrual. Di seluruh dunia, PMS didiagnosis pada 47,8% wanita usia reproduksi. Sekitar 20% dari mereka mengalami gejala yang cukup parah sehingga mengganggu rutinitas sehari-hari mereka, dan sisanya mengalami gejala yang ringan hingga sedang. Salah satu Gejala PMS yaitu kecemasan. Kecemasan dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti perasaan gugup, ketakutan, atau khawatir. Kecemasan yang berlebihan atau berkepanjangan dapat berbahaya bagi kesehatan mental seseorang, meskipun beberapa tingkat kecemasan ringan mungkin tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan dapat terjadi karena tidak cukup pengetahuan, pengalaman, atau informasi tentang premenstrual syndrome pada remaja putri. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan premenstrual syndrome dengan tingkat kecemasan pada remaja putri. Metode penelitian ini kuantitatif, sampel sebanyak 63 individu yang mengalami sindrom premenstrual dan mengalami menstruasi menggunakan teknik purposive sampling. Data diuji dengan uji rho spearman. Penelitian ini dilakukan di 63 pondok jember. Sebagian besar responden berusia 13 tahun, 25 responden (39,7%), dan menggunakan informasi lingkungan, 49 responden (77,8%). Sebagian besar responden juga mengalami kecemasan berat, 38 responden (60,3 %). Hasil uji analisis rho spearman menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, dengan nilai p=0,009 (<0,05). Ada hubungan antara pengetahuan tentang premenstrual syndrome (PMS) dan tingkat kecemasan remaja perempuan. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, atau informasi tentang kondisi ini dapat menyebabkan gejala kecemasan yang lebih parah. Kesehatan mental dapat terancam oleh kecemasan yang berlebihan atau berkepanjangan.
Reproduced under CC-BY-SA.