Skip to content

Survey study, 2024

Is PMS linked to poor sleep quality in nursing students?

Yes, there is a strong link between PMS and sleep quality (p=0.000). Women with more severe PMS are more likely to have poor sleep.

Moderate study design 93 nursing students in Indonesia

What they did

A cross-sectional study of 93 nursing students from September 2022 to July 2023. Students filled out questionnaires about PMS and sleep quality. Researchers used chi-square test to analyze the data.

What they found

23.7% of students had moderate PMS with moderate sleep quality. 3.2% of students had severe PMS with poor sleep quality. The overall relationship between PMS and sleep quality was highly significant (p-value=0.000).

What it means for you

PMS and poor sleep quality go together, especially when PMS is more severe. This study from one location shows the connection is real. However, we do not know which causes which or how long the effect lasts.

93

Students studied

23.7%

Moderate PMS with moderate sleep

0.000

p-value

About the study

Original title
HUBUNGAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWI PROGRAM STUDI SI KEPERAWATAN DI INSTITUT KESEHATAN DAN TEKNOLOGI AL INSYIRAH
Authors
Tengku Isni Yuli Lestari, Lisa Hartanti Ningsih, Epu Margi Astuti
Journal
Al-Asalmiya Nursing Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Year
2024
Study design
Survey study
What was tested
None (observational study)
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) melibatkan gejala emosional dan fisik yang timbul sebelum menstruasi dan berakhir setelah menstruasi. Penurunan hormon serotonin bisa mempengaruhi emosi, pola makan, dan tidur seseorang. Gangguan kualitas tidur ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan perubahan pada jumlah serta pola istirahat yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara sindrom pramenstruasi (PMS) dan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, dilaksanakan mulai bulan September 2022 hingga Juli 2023. Populasi yang menjadi fokus adalah seluruh mahasiswi S1 Keperawatan di Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, dan sampel sejumlah 93 mahasiswi dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari total 93 mahasiswi yang menjadi sampel, 23.7% di antaranya mengalami PMS dengan tingkat sedang dan memiliki kualitas tidur yang juga sedang, sementara 3.2% mahasiswi mengalami PMS berat dengan kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara PMS dan kualitas tidur mahasiswi, yang ditandai dengan nilai p-value sebesar 0.000 (< 0.05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu meningkatkan pemahaman mahasiswi tentang PMS agar kualitas tidur mereka dapat terjaga dengan baik

Reproduced under CC-BY.

Topics