Skip to content

Survey study, 2023

Is there a link between PMS and emotional eating?

Yes, women with PMS were more likely to eat emotionally. The study was small and limited to nutrition students in Indonesia, so we cannot be sure the findings apply to all women.

Early or limited evidence 62 female nutrition students at Airlangga University in Indonesia

What they did

62 female nutrition students answered online questionnaires about their PMS symptoms, eating habits, and daily calorie intake. Researchers looked for patterns between PMS and emotional eating.

What they found

45.2% had moderate PMS and 45.2% had severe PMS. 46.8% showed emotional eating patterns. 71% had severe energy deficit. There was a clear link between PMS and emotional eating.

What it means for you

Women with PMS may eat more emotionally to cope with mood changes. This was a small study of nutrition students only, so the findings may not apply to all women.

62

female students

46.8%

with emotional eating

71%

with severe energy deficit

About the study

Original title
Hubungan Premenstrual Syndrome (PMS) dengan Perilaku Makan dan Asupan Energi Mahasiswa Gizi Universitas Airlangga
Authors
Annisa Pridynabilah
Journal
Preventif Jurnal Kesehatan Masyarakat
Year
2023
Study design
Survey study
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan sekumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita, yang muncul secara siklik dengan tingkatan dan gejala yang berbeda-beda, dalam rentang waktu 7-10 hari sebelum menstruasi. Gejala emosional seperti mudah marah, mood swing, dan depresi dapat menjadi pemicu perubahan nafsu makan, sehingga wanita cenderung mengonsumsi makanan kaya energi. Peningkatan konsumsi makan oleh wanita dengan PMS terkait dengan upaya untuk mengurangi efek negatif pada perubahan mood. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kejadian PMS dengan perilaku makan dan asupan energi mahasiswi Gizi Universitas Airlangga. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Jumlah responden 62 mahasiswi S1 Gizi Universitas Airlangga. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data diambil secara online, termasuk data karateristik responden, tingkat gejala PMS, perilaku makan, serta asupan kalori. Analisis data secara statistik menggunakan uji Chi-Square dan uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan, mahasiswi mengalami PMS dengan kategori gejala sedang (45,2%) dan gejala berat (45,2%). Sebanyak 46,8% mahasiswi memiliki skor tinggi pada perilaku emotional eating. Mayoritas asupan energi mahasiswi (71%) defisit tingkat berat. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara PMS dengan emotional eating (p=0,030). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara PMS dengan emotional eating, sehingga perlu adanya peningkatan awareness terhadap kejadian PMS, serta kemampuan untuk mengendalikan kondisi emosional terhadap hal-hal yang lebih positif.

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics