Non-randomised trial, 2025
Are low knowledge and high anxiety linked to worse PMS symptoms in teenage girls?
Yes. Both low knowledge about PMS and high anxiety levels were clearly linked to having more severe PMS symptoms. The study suggests education and mental health support may help.
What they did
Survey study. 107 high school girls answered questionnaires about their PMS symptoms, their knowledge of PMS, and their anxiety levels.
What they found
Girls with lower knowledge about PMS and higher anxiety levels had a clear association with more severe PMS symptoms.
What it means for you
Improving girls' knowledge about PMS and reducing their anxiety may help them manage symptoms better. However, this is a survey that shows these factors are linked, not proof that one causes the other.
107
high school girls surveyed
About the study
- Original title
- HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA PUTRI
- Authors
- SITI MASITOH, Heriza Syam, Rosni Lubis et al.
- Journal
- Journal of Midwifery Science and Women s Health
- Year
- 2025
- Study design
- Non-randomised trial
- What was tested
- None - observational survey
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.36082/jmswh.v6i1.2627
Original abstract
Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan psikologis yang muncul menjelang menstruasi dan menghilang setelahnya. PMS dapat mengganggu keberlangsungan aktivitas akademik remaja putri, yang ditandai dengan penurunan kemampuan konsentrasi belajar, produktivitas menurun, dan peningkatan absensi. Pemahaman yang kurang dan tingkat kecemasan yang tinggi terhadap PMS diyakini berpengaruh terhadap keparahan gejala PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan dengan kejadian PMS pada remaja putri di SMAN X Jakarta Timur. Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif analitik korelasional non-eksperimental dengan 107 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling dan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kesioner yang terdiri dari kuesioner SPAF (kategori gejala ringan dan berat), kuesioner tingkat pengetahuan (kategori kurang dan baik), dan tingkat kecemasan (kategori ringan dan berat). Analisis data menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,000) dan tingkat kecemasan (p = 0,000) dengan kejadian PMS. Temuan ini menunjukkan bahwa aspek pengetahuan dan tingkat kecemasan berasosiasi dengan kejadian PMS pada remaja putri di SMA X Jakarta Timur. Peningkatan literasi PMS melalui program edukasi kesehatan berbasis media mengenai PMS dan perilaku sehat serta layanan konsultasi yang ramah terhadap siswi sebaiknya diterapkan melalui kolaborasi antara sekolah dan tenaga kesehatan.
Reproduced under CC-BY-SA.