Survey study, 2025
What raises the risk of preeclampsia in pregnant women with high blood pressure?
A past history of high blood pressure, a past history of preeclampsia, and attending fewer antenatal checkups were linked to a higher chance of preeclampsia. Other factors like age, number of pregnancies, diabetes, urinary infections, twin pregnancy, and arm size showed no clear link.
What they did
Researchers studied 68 pregnant women with high blood pressure who came for antenatal care at two community health centers in Bandung, Indonesia, over one week in June 2025. They used observation sheets, questionnaires, medical records, and blood pressure checks to look for links between personal factors and preeclampsia.
What they found
Among women with preeclampsia, most were aged 20-35 years (14.7%), had had more than one pregnancy (19%), had a high school education (16.2%), and were not working (25%). There was no clear link between preeclampsia and age, number of pregnancies, diabetes, urinary infection, twin pregnancy, or arm circumference. There was a clear link between preeclampsia and a past history of high blood pressure, a past history of preeclampsia, and how often women went for antenatal checkups.
What it means for you
A past history of high blood pressure or preeclampsia, plus fewer antenatal visits, seem to raise the chance of preeclampsia in this group of women. The study looked at only 68 women in one city, so these findings may not apply everywhere, and it cannot say what causes preeclampsia, only what is linked to it.
68
women studied
14.7%
with preeclampsia aged 20-35
25%
with preeclampsia not working
About the study
- Original title
- Hubungan Tingkat Stres Akademik, Pola Makan Dan Status Gizi Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome
- Authors
- Reni Reni, Fatiah Handayani, Alya Rahma Citra
- Journal
- Jurnal Keperawatan Aisyiyah
- Year
- 2025
- Study design
- Survey study
- What was tested
- None. This was an observational study, not a treatment or supplement.
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.33867/jka.667
Original abstract
Preeklampsia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Di Indonesia, angka kejadiannya mencapai 5,3% per tahun (128.273 kasus), dengan prevalensi 32,16% di Jawa Barat dan 13,60% di Kota Bandung. Dampak preeklampsia meliputi kelahiran prematur, oliguria, kematian, hambatan pertumbuhan janin, dan oligohidramnion. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kiaracondong. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan pada 1–7 Juni 2025. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan hipertensi yang melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Babakan Surabaya dan Babakan Sari. Sampel sebanyak 68 responden diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, kuesioner, rekam medis, tensimeter, dan stetoskop. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman karena data tidak berdistribusi normal (p=0,000). Hasil univariat menunjukkan karakteristik ibu dengan preeklampsia didominasi usia 20–35 tahun (14,7%), multigravida (19%), pendidikan SMA (16,2%), dan tidak bekerja (25%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden, riwayat diabetes melitus, infeksi saluran kemih, kehamilan ganda, dan ukuran LILA dengan kejadian preeklampsia (p>0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara riwayat hipertensi (p=0,000), riwayat preeklampsia (p=0,000), serta frekuensi pemeriksaan ANC (p=0,042). Disimpulkan bahwa faktor risiko preeklampsia meliputi riwayat hipertensi, riwayat preeklampsia, dan pemeriksaan ANC. Oleh karena itu, skrining risiko dan edukasi kehamilan perlu ditingkatkan untuk pencegahan dini
Reproduced under CC-BY-SA.