Survey study, 2017
What is the lived experience of teenagers with PMS?
This small qualitative study of 5 teenagers found that PMS caused physical, psychological, and behavioral changes that disrupted school and social activities. Teenagers used non-drug treatments and felt symptoms improved after management.
What they did
Qualitative phenomenological study using interviews with 5 teenage girls at a vocational school in Cimahi, Indonesia. Interviews were recorded and analyzed to identify themes about PMS experiences.
What they found
Five main themes emerged: teenagers experienced physical, psychological and behavioral changes during PMS; PMS disrupted relationships and social activities; teenagers used non-pharmacological (non-drug) management; internal and external factors influenced their choice of management; symptoms felt reduced after trying management approaches.
What it means for you
This study shows that PMS significantly affects teenage girls' daily life at school and socially. The main limitation is the very small sample of 5 teenagers, so findings may not represent all teenagers with PMS.
5
teenagers interviewed
About the study
- Original title
- PENGALAMAN HIDUP REMAJA YANG MENGALAMI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMK MOCH TOHA CIMAHI
- Authors
- Wulan Julianti, Dewi Marfuah, Suci Noor Hayati
- Journal
- Jurnal Keperawatan Komprehensif
- Year
- 2017
- Study design
- Survey study
- What was tested
- None - observational descriptive study
- Open access
- Yes
- Read the paper
- doi.org/10.33755/jkk.v3i2.86
Original abstract
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada remaja wanita akan terjadi pematangan seksual yang ditandai dengan datangnya menstruasi. Menjelang datangnya menstruasi seorang wanita akan mengalami premenstrual syndrome (PMS). Gejala yang ditimbulkan PMS meliputi gejala afektif dan gejala somatik. Gejala tersebut akan berdampak pada kualitas hidup remaja, karena bila tidak ditangani dengan baik tentunya dapat mengganggu aktifitas remaja baik itu dirumah maupun di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman hidup remaja yang mengalami PMS di SMK Moch Toha Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif, data diperoleh dari hasil wawancara. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan teknik Collaizi. Penelitian ini menghasilkan lima tema yaitu: Berbagai perubahan fisik, Psikologis dan perilaku dialami remaja saat PMS, PMS dirasakan mengganggu hubungan interpersonal dan aktivitas sosial, Penanganan non farmakologi lebih banyak dilakukan remaja saat mengalami PMS, Faktor eksternal dan internal menjadi alasan remaja saat melakukan penanganan, Gejala dirasakan berkurang setelah dilakukan beberapa penanganan. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada remaja mengenai pengalaman remaja dalam menghadapi PMS. Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja mengenai menstruasi dan gangguannya, khususnya premenstrual syndrome.
Reproduced under CC-BY.