Skip to content

Survey study, 2019

How common are PMS and PMDD in high school students?

42.5% of teenage girls had PMS symptoms and 23.6% had PMDD symptoms. The study was cross-sectional, so these figures show how common the conditions were at one point in time rather than proving how the conditions develop.

Early or limited evidence 233 second-year high school students in Yogyakarta, Indonesia

What they did

Cross-sectional questionnaire study with 233 second-year high school girls at 3 schools in Yogyakarta using stratified and simple random sampling.

What they found

99 students (42.5%) had PMS symptoms and 55 (23.6%) had PMDD symptoms. Muscle and joint pain was the most common physical symptom. Irritability was the most common psychological and behavioral symptom. 52.8% could not follow lessons effectively due to their symptoms.

What it means for you

PMS and PMDD are quite common in high school and substantially affect students' ability to concentrate in class. The main limitation is that this is a cross-sectional survey from one city, so we cannot say if these patterns apply elsewhere or understand the causes.

42.5%

had PMS symptoms

23.6%

had PMDD symptoms

52.8%

could not follow lessons effectively

About the study

Original title
PREVALENSI GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DAN PREMENSTRUAL DYSPHORIC DISORDER (PMDD) PADA REMAJA DI KOTA YOGYAKARTA
Authors
Tri Kusuma Dewi, Elsi Dwi Hapsari, Purwanta Purwanto
Journal
JURNAL WACANA KESEHATAN
Year
2019
Study design
Survey study
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual Syndrome dan Premenstrual Dysphoric Disorder merupakan gangguan yang terjadi pada remaja pada periode menstruasi.Gangguan ini menyebabkan terganggunya kegiatan harian bahkan dapat menurunkan kualitas hidup remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase remaja yang mengalami gejala premenstrual syndrome dan premenstrual dysphoric disorder serta akibatnya di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif cross sectional. Pengambilan data dilakukan di 3 SMA yang ada dikota Yogyakarta. Pemilihan 3 SMA tersebut didapatkan dari cluster sampling yaitu mengelompokkan SMA yang ada di Yogyakarta kedalam 4 kelompok yaitu SMA Negeri, SMA khusus putri, SMA Yayasan Keagamaan dan SMA Yayasan Non Keagamaan, namun untuk SMA khusus putri peneliti tidak mendapatkan izin penelitan dari sekolah. Setelah mengelompokkan SMA teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling sehingga di dapatkan 3 SMA.Pengambilan data dilakukan pada siswi kelas 2 dengan teknik total sampling, dengan sample 233 responden.Analisa data menggunakan analisa univariat dengan SPSS 21 yang berlisensi resmi. Hasil analisa data mendapatkan hasil remaja yang mengalami gejala PMS sebanyak 99 remaja atau 42,5% dan yang mengalami gejala PMDD sebanyak 55 remaja atau 23,6%. Gejala fisik yang paling banyak dialami remaja adalah nyeri otot dan persendiaan sedangkan pada gejala psikologis dan tingkah laku yang paling banyak dialami remaja adalah mudah marah. Gejala yang dialami remaja mengganggu belajar sehingga 52,8% remaja tidak dapat mengikuti pelajaran secara efektif.

Reproduced under CC-BY.

Topics