Skip to content

Survey study, 2025

How common are PMS and PMDD symptoms among female students at Universitas Riau?

Very common. Light PMS occurred in 46.2%, moderate PMS in 44.1%, PMDD in 9.2%, and only 0.5% had no symptoms.

Early or limited evidence 390 female university students at Universitas Riau in Indonesia, mostly aged 21-23 with normal menstrual cycles.

What they did

Descriptive cross-sectional study with 390 female students at Universitas Riau in Indonesia selected using non-probability sampling. Researchers used a questionnaire based on DSM-IV-TR diagnostic criteria to assess for PMS and PMDD symptoms, then performed univariate analysis.

What they found

Most participants were aged 21-23 years with normal menstrual cycles. Light PMS: 46.2%. Moderate PMS: 44.1%. PMDD: 9.2%. No symptoms: 0.5%. The most common light PMS symptom was feeling sad and irritable. The most common moderate PMS symptom was lower back pain. The most common PMDD symptom was lack of motivation.

What it means for you

Nearly all female students had some PMS or PMDD symptoms, with severity split roughly equally between mild and moderate. This provides baseline information for one Indonesian university but may not represent all women in the region or worldwide. The study was descriptive only with no comparison group.

46.2%

With mild PMS symptoms

44.1%

With moderate PMS symptoms

9.2%

With PMDD

About the study

Original title
Studi Tentang Kejadian Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Di Kalangan Mahasiswi
Authors
Salma Nabilla, Masrina Munawarah Tampubolon, Aminatul Fitri
Journal
JURNAL WACANA KESEHATAN
Year
2025
Study design
Survey study
What was tested
None; descriptive observational study.
Open access
Yes
Original abstract

Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) merupakan gangguan yang dialami oleh wanita pada fase luteal dari siklus menstruasi yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gejala Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) pada mahasiswi Universitas Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional pada 390 mahasiswi di Universitas Riau yang dihitung menggunakan rumus slovin dengan pemilihan non probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-Fourth Edition - Text Revision (DSM-IV-TR). Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa, mayoritas responden berusia 21-23 tahun dengan usia menarche normal, memiliki siklus menstruasi normal, pola menstruasi teratur, dan lama menstruasi 1-8 hari, serta mengalami PMS dengan gejala ringan berjumlah 46,2%, responden yang mengalami PMS dengan gejala sedang berjumlah 44,1%, responden yang mengalami PMDD berjumlah 9,2%, dan responden yang tidak mengalami gejala PMS ataupun PMDD berjumlah 0,5%. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa gejala PMS ringan yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator merasa sedih dan sensitif atau mudah tersinggung, gejala PMS sedang yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator sakit pinggang dan gejala PMDD yang paling banyak dialami responden yaitu pada indikator malas melakukan sesuatu. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai data dasar bagi peneliti selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian PMS dan PMDD pada mahasiswi Universitas Riau.

Reproduced under CC-BY.

Topics