Skip to content

Survey study, 2023

Are diet and exercise related to PMS in high school students?

Yes. Both diet and physical activity showed clear relationships with whether students experienced PMS.

Early or limited evidence 106 high school students in Bekasi, Indonesia

What they did

Cross-sectional survey of 106 high school students using a questionnaire about diet patterns, physical activity level, and PMS symptoms.

What they found

Both diet patterns and physical activity level showed clear relationships with PMS symptoms in the students.

What it means for you

The study suggests diet and exercise may be connected to PMS in teenagers. However, this was a small study in one area of Indonesia, and results don't prove these factors cause PMS.

106

Total students studied

2

Lifestyle factors examined

About the study

Original title
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KABUPATEN BEKASI
Authors
Alissa Nurbaiti, Noerfitri Noerfitri
Journal
JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Year
2023
Study design
Survey study
What was tested
None. Observational study examining diet and physical activity patterns.
Open access
Yes
Original abstract

Latar Belakang: Kejadian PMS merupakan gangguan yang sering terjadi pada WUS, namun dapat berdampak buruk apabila gejala dirasakan semakin berat. Bagi remaja, kejadian PMS dapat memberikan dampak dari tingkat ringan sampai berat pada aktivitas sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Metode: Studi ini merupakan penelitian cross-sectional dengan jumlah sampel 106 siswi yang dipilih secara consecutive sampling. Analisis yang dipergunakan yaitu univariate dan bivariate terhadap pengujian chi-square. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada variabel pola makan didapatkan dengan p-value 0,016 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian premenstrual syndrome. Pada variabel aktivitas fisik didapatkan p-value 0,024 (p<0,05) berarti terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja. Peneliti memberikan saran bagi institusi diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan banding untuk penelitian berikutnya dan khususnya bagi remaja putri dalam menerapkan gaya hidup sehat, seperti pola makan dan aktivitas fisik agar dapat mencegah atau mengurangi keluhan premenstrual syndrome. Kata kunci : Pola Makan, Aktivitas Fisik, Premenstrual Syndrome

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics