Skip to content

Survey study, 2025

Is poor nutrition linked to worse PMS symptoms in young women?

Yes. Women with unbalanced nutrition were significantly more likely to have moderate to severe PMS, especially those lacking protein, calcium, and vitamin B6.

Early or limited evidence 80 university students aged 18-24 in Indonesia

What they did

Cross-sectional study with 80 university students aged 18-24. Researchers measured PMS symptoms using a questionnaire and measured nutrition intake using a food frequency questionnaire. They used statistical tests to look for a connection.

What they found

65% of women had moderate to severe PMS. 60% had unbalanced nutrition. The main nutrient gaps were protein, calcium, and vitamin B6. There was a clear connection between unbalanced nutrition and PMS symptoms.

What it means for you

Nutrition appears to be linked to PMS severity. Women lacking enough protein, calcium, and vitamin B6 were more likely to have worse symptoms. The study was limited to young women aged 18-24 at one university in Indonesia, so results may not apply to other groups or ages.

80

women studied

65%

had moderate to severe PMS

60%

had unbalanced nutrition

About the study

Original title
Kejadian Sindrom Pramenstruasi dengan Gejala yang Dialami Wanita sebelum Memasuki Masa Menstruasi (Premenstrual Syndrome) terhadap Asupan Gizi
Authors
Nurhidaya
Journal
Journal of Innovative and Creativity (Joecy)
Year
2025
Study design
Survey study
What was tested
None - observational study
Open access
Yes
Original abstract

Sindrom pramenstruasi (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang dialami wanita sebelum menstruasi. Faktor gizi diyakini berperan dalam timbulnya PMS, terutama kekurangan asupan makronutrien maupun mikronutrien tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi dengan kejadian PMS pada wanita usia reproduktif. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 80 responden mahasiswi usia 18–24 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data PMS dikumpulkan menggunakan kuesioner Premenstrual Syndrome Scale (PMSS), sedangkan asupan gizi diukur dengan metode Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% responden mengalami PMS sedang hingga berat. Asupan gizi tidak seimbang ditemukan pada 60% responden, dengan defisit protein, kalsium, dan vitamin B6 sebagai faktor dominan. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan gizi dengan kejadian PMS (p=0,012). Terdapat hubungan antara asupan gizi dengan kejadian PMS. Asupan gizi yang kurang seimbang meningkatkan risiko gejala PMS.

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics