Skip to content

Systematic review, 2024

Does complementary therapy help reduce PMS pain in teenage girls?

Yes, aromatherapy and yoga appear to reduce PMS symptoms in teenage girls, though the evidence comes from a small number of studies.

Early or limited evidence Teenage girls with PMS

What they did

Scoping review searching 3 databases (PubMed, ScienceDirect, ProQuest) and including 7 publications about complementary therapies for PMS in teenage girls.

What they found

Aromatherapy and yoga, stretching, or meditation reduced symptoms including lower abdominal pain, anxiety, sweating, headache, and appetite loss, and improved physical and mental activities.

What it means for you

Complementary approaches like aromatherapy, yoga, and herbal treatments (cinnamon, turmeric, ginger) may help teenage girls with PMS. This was a small review with limited studies, so findings are preliminary.

7

Publications included

About the study

Original title
PENGARUH TERAPI KOMPLEMENTER TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA REMAJA : A SCOPING REVIEW
Authors
Indriyani Makmun
Journal
Midwifery Journal Jurnal Kebidanan UM Mataram
Year
2024
Study design
Systematic review
What was tested
Aromatherapy and yoga, stretching, meditation; herbal treatments (cinnamon, turmeric, ginger)
Open access
Yes
Original abstract

Abstrak: Pertumbuhan dan perkembangan pada usia remaja sangat pesat, baik fisik maupun psikologis. Masa remaja diawali dari perubahan fisik, pertambahan berat dan tinggi badan, perkembangan karakteristik seksual dan ditandai dengan datangnya mestruasi serta perubahan bentuk tubuh. Dysminore merupakan gejala gynekologis yang disebabkan akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah dan mengakibatkan timbulnya nyeri yang sering muncul. Terapi non faramakologis yang dapat digunakan antara lain dengan, relaksasi, gentle yoga, dan pengobatan herbal. Beberapa tanaman yang digunakan yaitu kayu manis, kunyit dan jahe (ginger), Tujuan: Penelitian melakukan a scoping review untuk mengtahui pengaruh terapi komplementer terhadap premestrual syndrome pada remaja putri. Metode: Studi yang digunakan lima tahap untuk tinjauan pelingkupan termasuk: mengidentifikasi pertanyaan penelitian, mengidentifikasi literatur, pemilihan literatur, memetakan data, Menyusun laporan, meringkas dan melaporkan hasil. Itu literatur yang relevan ditemukan dari tiga basis data: Pubmed, Sciendirect, dan Proquest dipilih dengan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif. Hasil: Total 7 publikasi dimasukkan sesuai dengan kriteria inklusi. Analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi konsep-konsep. Peneliti mengelompokkan tiap konsep utama tersebut menjadi dua tema, yaitu Efektivitas aromaterapi terhadap Premenstruasal Syndrome pada remaja dan Efektivitas senam/yoga/meditasi terhadap Premenstruasal Syndrome pada remaja. Kesimpulan: Pemberian terapi komplementer aromaterapi dan yoga/senam/meditasi sangat berpengaruh menurunkan gejala pada premestrual syndrome seperti, nyeri perut bagian bawah, cemas, sering berkeringat, sakit kepala, kurang nafsu bahkan mengganggu aktifitas fisik dan mental pada remaja. Rekomendasi: Diharapkan kepada penelitian selanjutkan untuk melakukan penelitian tentang manfaat terapi komplementer dengan metode kualitatif.Kata Kunci: Terapi Komplementer, Premenstrual Syndrom, Remaja.

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics