Skip to content

Survey study, 2026

Does yoga help reduce PMS symptoms?

Women who practiced yoga regularly had fewer PMS symptoms and the link was clear. However, the study only included women who already do yoga, so we cannot know if non-practitioners would benefit.

Early or limited evidence 51 women aged 20-40 attending a yoga club in Medan, Indonesia

What they did

51 women aged 20-40 attending a yoga club completed questionnaires about their yoga confidence and PMS symptoms.

What they found

Most women had high (51%) or very high (37.2%) yoga confidence. 84.3% had no PMS symptoms and 15.7% had mild symptoms. Women with higher yoga confidence had lower PMS symptoms.

What it means for you

Regular yoga practice may help reduce PMS symptoms. The study only looked at women already attending a yoga club, so we do not know whether women who do not practice yoga would benefit from starting. The study is observational, so we cannot be certain yoga causes the symptom reduction.

51

women

84.3%

had no PMS symptoms

15.7%

had mild symptoms

About the study

Original title
HUBUNGAN YOGA TERHADAP GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROME PADA WANITA USIA REPRODUKTIF DI CLUB YOGA FIT MEDAN
Authors
Arif Satria Susilo Tarigan, Errol Hamzah, Dona Wirniaty et al.
Journal
Jurnal Kesehatan Tambusai
Year
2026
Study design
Survey study
What was tested
None - observational study
Open access
Yes
Original abstract

Premenstrual syndrome (PMS) merupakan gangguan siklus menstruasi yang umum terjadi pada wanita usia reproduktif dan dapat menurunkan kualitas hidup, produktivitas, serta kesehatan fisik dan psikologis. Di Indonesia, prevalensi PMS dilaporkan cukup tinggi sehingga diperlukan intervensi yang aman, mudah diakses, dan efektif. Yoga sebagai terapi non-farmakologis memiliki potensi dalam mengelola gejala PMS melalui kombinasi postur fisik, teknik pernapasan, dan meditasi yang mampu meningkatkan keseimbangan hormonal, regulasi sistem saraf otonom, serta kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara yoga terhadap gejala premenstrual syndrome pada wanita usia reproduktif. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 51 responden wanita usia reproduktif (20–40 tahun) yang mengikuti kegiatan yoga di Club Yoga Fit Medan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Yoga Self-Efficacy Scale (YSES) dan Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF). Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy yoga dan gejala PMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-efficacy yoga tinggi (51%) dan sangat tinggi (37,2%). Mayoritas responden tidak mengalami gejala PMS (84,3%), sedangkan 15,7% mengalami gejala ringan. Uji Fisher’s Exact menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara yoga dan penurunan gejala PMS. Semakin tinggi self-efficacy yoga, semakin rendah gejala PMS yang dialami. Disimpulkan bahwa yoga memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan gejala premenstrual syndrome pada wanita usia reproduktif. Yoga dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis yang efektif, aman, dan mudah diakses untuk meningkatkan kualitas hidup wanita usia reproduktif melalui pendekatan holistik yang mengintegrasikan kesehatan fisik dan mental.

Reproduced under CC-BY-SA.

Topics